Policy Network in Developing the Baros Tourism Village in Bandung Regency
DOI:
https://doi.org/10.58471/jecombi.v4i01.71Keywords:
Policy Network, Policy Implementation, Tourism VillageAbstract
Baros Tourism Village has attracted attention as a tourism potential that has not been fully explored in the region. In the context of tourism development, public policy plays a crucial role. This research aims to analyze and understand the policy network involved in the development of the Baros Tourism Village in Bandung Regency. This research uses descriptive analytical methods with a qualitative approach to document and analyze interactions between various relevant stakeholders in the decision-making process. The research results show that good cooperation between the village government, community groups and tourism users plays an important role in the development of the Baros Tourism Village. Although formal structures are not clearly visible, the balance of power and shared goals have helped create an environment conducive to sustainable tourism development. The adoption of adaptive and innovative strategies also indicates awareness of the importance of adapting to changes in the environment and tourist needs, while still paying attention to preserving the environment and local culture.
References
2. Arida, I. N. S., & Sukma, N. (2017). Kajian Penyusunan Kriteria-Kriteria Desa Wisata Sebagai Instrumen Dasar Pengembangan Desawisata. Jurnal Analisis Pariwisata Issn, 1410-3729.
3. Fahira, N. S., Umar, R., & Habibi, M. M. (2022). Peran Pemerintah desa Purworejo dalam pengembangan wisata alam sumber complang Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial (JIHI3S), 2(3), 291-303.
4. Kasmad, R. (2015). Analisis Jaringan Pengembangan Kapasitas Pemerintah Daerah Dalam Implementasi Kebijakan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima di Kota Makassar. Disertasi. Universitas Hasanuddin.
5. Kriswibowo, A. (2018). Potensi Pembangunan Pariwisata Berbasis Masyarakat Di Jawa Timur; Studi Tentang Social Capital Sebagai Sustainable Resources. Dinamika Administrasi: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Manajemen, 1.
6. Kusuma, B. M. A. (2014). Pembangunan Terintegrasi dalam Mewujudkan Kota Pariwisata Bertaraf Internasional: Studi Kasus di Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur. JKMP (Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik), 2(2), 117-130.
7. Kusworo, H. A., & Damanik, J. (2002). Pengembangan SDM pariwisata daerah: Agenda kebijakan untuk pembuat kebijakan. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 6(1), 105-120.
8. Mahendra, S. (2015). Keterkaitan modal sosial dengan strategi kelangsungan usaha pedagang sektor informal di Kawasan Waduk Mulur: Studi kasus pada pedagang sektor informal di Kawasan Waduk Mulur Kelurahan Mulur Kecamatan Bendosari Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Analisa Sosiologi, 4(2).
9. Mujanah, S., Abdullah, L., Aulia Fijannah, E., Kaffi, A., & Baril Haq, C. (2022). Pengembangan desa Wisata 1001 Bunga untuk Meningkatkan Pembangunan Ekonomi Lokal.
10. Murdiastuti, A., & Rohman, H. (2014). Kebijakan pengembangan pariwisata berbasis democratic governance.
11. Nurmansyah, A. (2014). Potensi Pariwisata dalam Perekonomian Indonesia. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan Kewirausahaan, 3(1).
12. Nuryanti, W. (1993). Concept, perspective and challenges, makalah bagian dari laporan konferensi internasional mengenai pariwisata budaya. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Hal, 2-3.
13. Pradana, H. (2020). Pengembangan pariwisata pasar terapung Kota Banjarmasin. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 15(1), 63-76.
14. Rusyidi, B., & Fedryansah, M. (2018). Pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 1(3), 155-165.
15. Solemede, I., Tamanea, T., Selfany, R., Solemede, M., & Walunaman, K. (2020). Strategi pemulihan Potensi Parwisata Budaya di Provinsi Maluku. Jurnal Ilmu Sosial Keagamaan, 1(1).
16. Sugiyono, P. (2011). Metodologi penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alpabeta, Bandung, 62-70.
17. Suwitri, S. (2011). Jejaring Kebijakan Publik: Kerangka Baru Penyelenggaraan Pemerintahan.
18. Van Waarden, F. (1992). Dimensions and types of policy networks. European journal of political research, 21(1‐2), 29-52.
19. Wibowo, S., Rusmana, O., & Zuhelfa, Z. (2017). Pengembangan Ekonomi Melalui Sektor Pariwisata Tourism. Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas Dan Perjalanan, 1(2), 93-99.
20. Yasintha, P. N. (2020). Collaborative Governance Dalam Kebijakan Pembangunan Pariwisata Di Kabupaten Gianyar. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 4(1), 1-23.









